Kronologi Kejadian di Pinggir Jalan Bandengan
Peristiwa pencurian terjadi di kawasan Bandengan, Tambora, Jakarta Barat, ketika seorang pria ditemukan terkapar di pinggir jalan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat mabuk. Insiden yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026) itu berujung pada hilangnya mobil milik korban yang diduga dibawa kabur oleh orang tak dikenal.
Menurut keterangan aparat kepolisian, korban sebelumnya berada dalam kondisi mabuk berat hingga akhirnya terjatuh dan tidak mampu mengendalikan diri. Saat itulah pelaku memanfaatkan situasi. Tanpa perlawanan dari korban, mobil yang terparkir tak jauh dari lokasi korban tergeletak langsung digasak.
Peristiwa ini pun terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat korban terbaring di pinggir jalan dengan posisi tangan terlentang dan kaki menekuk. Kondisinya benar-benar tak berdaya, sehingga memudahkan pelaku menjalankan aksinya.
BACA JUGA : Satlantas Pekalongan Perbaiki Jalan dan Gencarkan Edukasi dalam Operasi Keselamatan Candi 2026
Terekam CCTV dan Jadi Perhatian Warga
Kasus ini kemudian menyita perhatian warga sekitar. Banyak yang menyayangkan kondisi korban yang mabuk berat hingga tak sadarkan diri di ruang publik. Selain membahayakan diri sendiri, kondisi tersebut juga membuka peluang terjadinya tindak kriminal.
Pihak kepolisian dari Polsek Tambora segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kehilangan. Petugas mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.
Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Perwira Unit Reserse Kriminal (Panit Reskrim) Polsek Tambora, Ipda Priyo Purnomo, menjelaskan bahwa korban kehilangan sejumlah barang berharga, termasuk mobil miliknya. Pihak kepolisian kini tengah memburu pelaku dan menelusuri kemungkinan keberadaan kendaraan yang dicuri.
Langkah awal yang dilakukan penyidik adalah memeriksa rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga berkoordinasi dengan jajaran di wilayah lain untuk mengantisipasi apabila mobil tersebut dijual atau dipindahkan ke luar kota.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan bisa terjadi kapan saja, terutama ketika ada kesempatan. Pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kelengahan atau kondisi korban yang tidak berdaya.
Bahaya Mabuk di Tempat Umum
Kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran penting mengenai risiko mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Mabuk berat hingga kehilangan kesadaran bukan hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga meningkatkan risiko menjadi korban kejahatan.
Berada dalam kondisi tidak sadar di ruang publik membuat seseorang rentan terhadap pencurian, kekerasan, bahkan kecelakaan lalu lintas. Dalam kasus di Tambora ini, korban bukan hanya kehilangan kendali atas dirinya, tetapi juga harus menanggung kerugian materiil akibat mobilnya dicuri.
Selain itu, kondisi terkapar di jalan juga berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa. Pengendara lain yang melintas bisa saja tidak menyadari keberadaan seseorang di pinggir jalan, terutama pada malam hari dengan pencahayaan minim.
Imbauan Kepolisian kepada Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan, apalagi hingga kehilangan kesadaran di tempat umum. Selain itu, warga juga diminta untuk segera melaporkan jika melihat seseorang dalam kondisi tak berdaya di jalan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Solidaritas sosial dan kepedulian warga sangat dibutuhkan dalam mencegah tindak kriminal. Jika ada orang yang terlihat dalam kondisi membahayakan diri sendiri, sebaiknya segera diberikan pertolongan atau dilaporkan kepada pihak berwenang.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Polisi berharap pelaku segera teridentifikasi dan kendaraan korban dapat ditemukan. Sementara itu, kejadian di Tambora ini menjadi peringatan keras bahwa kelengahan sesaat dapat berujung pada kerugian besar.

